silahkan diklik iklannya

Senin, 13 Januari 2014

Edwar edi hardadi

@reno_edwards

Pendadaran

Senin, 27 Mei 2013

Senja di Sungai mahakam Sebulu

Sungai mahakam 13 januari 2013


Sungai mahakam senja dari feri klotok
photo ini diambil pada jam 18.03 menggunakan camera Samsung Galaxy Mini 2.

Selasa, 11 Desember 2012

Rabu, 31 Oktober 2012

Senin, 21 Mei 2012

Jumat, 13 April 2012

15 Diet Terunik Sepanjang Sejarah

Saat ini berkembang berbagai macam jenis diet, mulai dari diet protein tinggi, diet makanan bayi, diet karbohidrat, hingga diet golongan darah. Sebenarnya, program diet sudah ada sejak era 1700an. Beragam cara dilakukan untuk mendapatkan berat badan ideal termasuk cara-cara ekstrim.
Berikut lima belas jenis diet terunik yang pernah tercatat sepanjang sejarah, seperti dikutip dari Womans Day.
1. 1727: Jangan tinggal di sekitar rawa
Pada 1727, Thomas Short menulis risalah yang berjudul ‘The Causes and Effects of Corpulence’. Untuk membuat tulisan tersebut Short melakukan observasi dan berkesimpulan, orang yang tinggal di sekitar rawa, cenderung bertubuh gemuk. Ia merekomendasikan orang harus memilih dan pindah ke tempat yang kering untuk menghindari efek samping dari rawa.
2. 1800an : Histeria kelaparan
Selama paruh kedua abad ke-19, suatu bentuk “Anorexia Victoria” adalah hal yang dilakukan di kalangan kelas menengah dan aristokrasi di Eropa Barat. Orang-orang sengaja membuat lapar dirinya sendiri untuk hidup sesuai dengan ide Victoria, yang berhubungan dengan kemurnian spiritual dan feminitas.
3. 1820: Diet cuka
Seorang penyair bulimia dan anokreksia, Lord Byron mempopulerkan diet cuka pada 1820an. Niatnya adalah untuk membersihkan rancun dalam tubuh dengan meminum cuka dan air setiap hari. Tetapi, yang terjadi adalah ia muntah dan terkena diare, dan tak heran jika berat badannya menurun.
4. 1903: Mengunyah tanpa menelan
Seorang kurator seni asal San Francisco, Horace Fletcher terkenal sebagai ‘The Great Masticator’, setelah ia kehilangan 40 pon berat badannya. Hal itu karena ia mengunyah makanan dan tidak menelannya. Pola makan Fletcher, ia mengunyah setiap makanan sebanyak 32 kali (satu untuk setiap gigi), lalu memuntahkannya. Ia melakukannya dengan logika, tubuh akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanpa harus bertambah bobot berat badan.
5. 1925: Diet Rokok
Sulit memang membayangkan iklan rokok mempromosikan kehidupan yang sehat. Tetapi, pada 1920an, beberapa perusahaan rokok di Amerika Serikat, mempromosikan produk rokok dengan menonjolkan kelebihan ‘bisa menghilangkan nafsu makan’.
6. 1928: Diet daging mentah
Seorang pengembara benua Arktik, Vilhjalmur Stefansson, mempromosikan bahwa diet versi ekstrim yang dilakukan suku Atkin cukup efektif. Setelah tinggal di tundra utara, Stefánsson takjub melihat betapa sehatnya orang Inuit, yang hidup di Arktik, meskipun makan ikan mentah dan lapisan lemak ikan paus, tanpa mengonsumsi buah atau sayuran.
Stefánsson begitu tertarik pada diet tersebut dan mengklaim dia telah melakukannya sendiri dan membuktikan efektivitasnya. Ia lalu memeriksakan diri ke New York Bellevue Hospital, di mana oleh dokter dipantau kesehatannya selama beberapa bulan. Setelah observasi, dia dinyatakan sehat.
7. Awal 1930an: Sabun pelangsing
Cuci dan hilangkan lemak di kamar mandi? Walaupun kedengarannya mustahil, sabun pelangsing cukup populer pada 1930an, di Amerika Serikat. Produk sabun berlabel ‘Fatoff’, ‘Fat-O-NO’ dan ‘La-Mar Reducing Shop’, berhasil menipu para wanita untuk membeli. Meskipun perusahaan sabun tersebut mengklaim bisa mengurangi lemak, tetapi produk-produk itu sebenarnya seperti sabun mandi biasa.
8. 1954: Diet cacing
Ketika orang tahu bahwa cacing parasit yang hidup di usus, menghisap nutrisi dan menyebabkan kehilangan berat badan, ada beberapa orang yang jusru memanfaatkannya. Beberapa orang mulai menelan kista cacing pita (cacing pita bayi) untuk bisa makan banyak tanpa harus pusing memikirkan berat badan. Namun, diet ini sempat menuai kontroversi, karena ada fakta menyeramkan tentang cacing tersebut. Cacing itu dapat tumbuh hingga 25 kaki, sehingga bisa menyebabkan kejang, meningitis atau demensia.
9. 1960an: Diet tidur
Tidur dilakukan untuk menekan nafsu makan dan menurunkan berat badan. Itulah ide di belakang ‘The Sleeping Beauty Diet’, yang dipopulerkan pada 1960-an. Pengikut diet ini seperti Elvis Presley, menurunkan berat badan dengan tidur dalam waktu lebih dari 8 jam tiap harinya.
10. 1961: Tidak menghitung kalori
Herman Taller, MD, menyatakan tidak perlu untuk menghitung kalori saat makan, selama Anda menghindari karbohidrat dan mengonsumsi makanan mengandung lemak tinggi dan protein. Caranya, Anda harus mencuci bahan makanan dengan 80 gram minyak nabati tak jenuh ganda, yang tersedia dalam pil yang dijual Taller.
Teorinya, ketika dikonsumsi bersamaan, minyak dan protein bisa meluruhkan lemak, yang mengakibatkan penurunan berat badan hingga 30 kg dalam delapan bulan. Tapi, Taller mendapat masalah dengan hukum ketika ia menggunakan bukunya untuk mempromosikan sebuah label minyak tertentu, dan pada 1967 ia dihukum atas penipuan dan konspirasi.
11. 1970san : Diet Prolinn
Pada 1970-an, Roger Linn, MD, merekomendasikan tidak perlu makan apapun kecuali ‘cairan ajaib’ yang disebut Prolinn. Prolinn terdiri dari tanduk hewan tanah, kuku, kulit, urat, tulang dan bagian lainnya yang diberikan rasa buatan, warna dan enzim, agar menjadi cair. Minuman ini mengandung 400 kalori dan tanpa gizi. Diet ini memang bisa bikin tubuh langsing dengan cepat, tapi setidaknya 58 orang yang mencoba diet ini, terkena penyakit jantung.
12. 1980-2000an: Diet udara
Diet ini mengharuskan hidup hanya dengan udara. Breatharians (pengikut diet ini) percaya bahwa ketika manusia menemukan arti paling murni di dunia, mereka tidak lagi membutuhkan makanan, air atau tidur. Seorang wanita Australia bernama Jasmuheen, mengaku sebagai Breatharian, dan mencoba untuk membuktikannya. Tapi, pembuktian dibatalkan setelah empat hari, ketika ia sedang berpidato pupil matanya membesar dan ia mengalami dehidrasi akut.
13. 2000an: Diet kacamata biru
Pernah memperhatikan bagaimana logo makanan cepat saji menggunakan warna merah dan kuning dalam logo mereka dan restoran? Mereka mengatakan kedua warna itu merangsang nafsu makan. Sebaliknya, warna biru bisa digunakan untuk menekan nafsu makan. Sebuah perusahaan Jepang menggunakan informasi ini untuk menciptakan sepasang kacamata dengan lensa diet berwarna biru. Cara ini dianggap bisa mengubah makanan yang tampak menggiurkan, menjadi tidak menarik, sehingga mengurangi keinginan Anda untuk makan.
14. 2000an: Diet akupunktur
Praktik akupunktur pada tulang rawan bagian dapat menekan nafsu makan Anda. Hal itu berdasarkan aurikularis akupunktur, suatu bentuk penyembuhan terapi Cina, ketika jarum sengaja dipasang di telinga sampai satu minggu. Dengan cara itu, tubuh akan beradaptasi dan diet lebih efektif.
Para pendukung metode ini mengatakan dengan merangsang titik tekanan di telinga bisa mengendalikan nafsu makan. Metode penurunan berat badan belum terbukti efektif, dan dapat menyebabkan berbagai efek samping berbahaya, seperti infeksi serius.
15. 2000an: Diet bola kapas
Siapa yang butuh makanan ketika dapat kenyang dengan mengonsumsi bola kapas yang rendah kalori. Itulah yang diungkapkan penggemar diet ini. Beberapa orang memakannya dalam keadaan kering, tetapi ada juga yang mencelupnya dalam gelatin sehingga mudah dikonsumsi. Menurut pecinta diet kapas, perut terasa kenyang dan tubuh tidak gemuk. Kapas memang mengandung serat tinggi, tetapi itu bukan jenis kebutuhan serat manusia.

10 Film Gagal dengan Biaya Mahal

Anggaran besar tidak menjamin kejayaan film dalam box office. Paranormal Activity, misalnya hanya bermodalkan USD15.000. Namun, film itu begitu digemari para pencinta horor di seluruh dunia.
Pendapatan totalnya hingga saat ini sudah melebihi USD100 juta. Meski, tentu saja anggaran besar membuat filmmaker lebih leluasa untuk berkreasi. Mulai dari efek spesial, penggunaan aktor kelas A, setting tempat, penulis skenario handal, dan sebagainya. Namun, tak semua film beranggaran mahal bisa balik modal. Nah, berikut ini adalah 10 film beranggaran besar, tapi dianggap gagal dalam satu dekade terakhir.
10.The Spirit

Rilis: 25 Desember 2008. Bujet USD60 juta, pemasukan USD19,8 juta. Frank Miller boleh sukses menggarap 300 dan Sin City. Namun,The Spirit adalah murni bencana. Film tersebut dikritik habis oleh para penggemar komik. Para kritikus film lebih parah lagi. Mereka terang- terangan menyebut The Spirit sebagai film tak bermutu.Akibat respons negatif, rumah produksi Odd Lot Entertainment bahkan sampai memutuskan hubungan kerja dengan Miller, padahal mereka sudah bekerja sama selama 23 tahun.
9.Grindhouse

Rilis 6 April 2007. Bujet USD67 juta, pemasukan USD25 juta. Duet dua sahabat Quentin Tarantino dan Robert Rodriguez boleh jadi sukses meraup uang di From Dusk Till Down I dan II serta Sin City. Tapi, tidak dengan Grindhouse. Film aksi yang merangkum dua film dalam satu judul ini bahkan hanya meraih pemasukan kurang dari USD11,6 juta di pembukaannya. Jelas jauh dari harapan meraih laba.
8.Rollerball

Rilis: 8 Februari 2002. Bujet USD70 juta, pemasukan USD19 juta Jean Reno, Chris Klein, LL Cool J, dan Rebecca Romijn- Stamos ternyata tidak mampu mengangkat film ini dari jurang keterpurukan. Kehadiran mereka malah membuat Rollerball seperti program reality show murahan. Begitu mengenaskannya hasil yang diperoleh Rollerball, sampai-sampai MGM sebagai perusahaan pembuatnya mengambil langkah ekstrem,mengedit ulang film tersebut agar rating klasifikasi penontonnya turun dari R ke PG-13.
7.The Invasion

Rilis: 17 Agustus 2007. Bujet USD80 juta, pemasukan USD15,1 juta. Bahkan, seorang aktris besar macam Nicole Kidman tak mampu mendongkrak popularitas The Invasion. Bisa jadi remake film tahun 1956,Invasion of the Body Snatchers, ini terpuruk karena sutradara Oliver Hirschbiegel tidak mampu meneror penonton dengan ceritanya.
6.Catwoman

Rilis: 23 Juli 2004. Bujet USD100 juta, pemasukan USD40 juta Satu lagi contoh bahwa perempuan- perempuan dalam balutan baju seksi dan jago berkelahi tak selamanya mendatangkan keuntungan. Halle Berry dan Sharon Stone telak-telak membuktikannya. Cerita,juga penampilan Halle Berry sebagai Catwoman dan Sharon Stone sebagai rivalnya,Poison Ivy, sama menyedihkannya hingga membuat film besutan Pitof ini serasa mematikan bakat-bakat besar yang dimiliki keduanya.
5.Town & Country

Rilis: 27 April 2001. Bujet USD90 juta, pemasukan USD6,7 juta Pelajaran penting bagi para produser dan sineas, lakukan syuting hanya jika skenarionya selesai dibuat. Jika tidak, biaya produksi akan membengkak dan semua orang akan merugi. Inilah yang terjadi pada film berlabel komedi dewasa tersebut. Karena skenario terus-terusan diganti, syuting pun tak kunjung selesai walau sudah memakan waktu 10 bulan.Akibatnya, Diane Keaton dan Gary Shandling sebagai pemain pendamping aktor Warren Beatty harus cuti sejenak untuk syuting film lain.
4.Gigli

Rilis: 1 Agustus 2003. Bujet USD54 juta, pemasukan USD6,1 juta Niatnya menjual nama pasangan selebriti Ben Affleck dan Jennifer Lopez, tapi nyatanya tak berhasil. Pertama, karena judul filmnya yang terasa ganjil,Gigli.Kedua, karena ketika itu, pasangan yang diberi label ”Bennifer”oleh media ini terlalu sering muncul di berbagai media massa hingga masyarakat tampaknya bosan dengan keduanya. Ketiga,ceritanya yang terkesan murahan yaitu tentang pria yang diberi tugas menculik seseorang dengan bantuan seorang perempuan cantik yang lihai membunuh.
3.Land of the Lost

Rilis: 5 Juni 2009. Bujet USD100 juta, pemasukan USD65 juta Judul Land of the Lost sebenarnya adalah program TV anak-anak pada tahun ‘70-an. Produser Sid dan Marty Kroft kemudian menerjemahkannya dalam bentuk film, yang ternyata tak mampu mengembalikan kejayaan serial TV-nya. Pertama, dengan rating PG-13, anak-anak tak bisa menontonnya. Kedua, simpel saja karena cerita film itu sangat buruk.
2.Battlefield Earth

Rilis: 12 Mei 2000. Bujet USD75 juta, pemasukan USD21 juta Film ini diangkat dari novel fiksi ilmiah karya L Ron Hubbard. Saat akan dibuat versi layar lebarnya, produser sekaligus pemainnya, John Travolta, menggadanggadang film ini sebagai film yang akan lebih baik daripada StarWars. Kenyataannya,film ini hanya berisi pertempuran klise antara manusia dan alien. Kritikus film Roger Ebert bahkan dengan sinis mengatakan kalau Battlefield Earth ibarat gerbong kereta yang berjalan di luar jalur. Saking gagalnya film ini, sekuel yang telah disiapkan pun tak jadi diproduksi. Lebih menyedihkan, Franchise Pictures sebagai rumah produksinya dituntut investor film ini karena diduga menggelembungkan dana produksi.
1.The Adventures of Pluto Nash

Rilis: 6 Agustus 2002. Bujet USD100 juta, pemasukan USD4,4 juta Bayangkan fiksi ilmiah komedi dengan gaya ala gangster, ber-setting di bulan, dimeriahkan robot-robot konyol, dan diperankan Eddie Murphy. Sebagian orang mungkin menganggapnya lucu, tapi kebanyakan orang melihatnya sebagai sebuah bencana.
Inilah film ”menyedihkan” lainnya dari Eddie Murphy setelah Meet Dave, Showtime dan I Spy.Tapi uniknya,meski kerap kali berperan di film-film gagal, toh karier Eddie Murphy tetap menjulang.

TES IQ

tolong diklik iklannya ya...